PEMBALAP MOTO-GP HONDA DAN YAMAHA TERKAIT PENAMBAHAN BAHAN BAKAR

mt gp

DIOARDI-Blog. Dalam MotoGP open class yang diperkenalkan musim lalu, para rider pabrikan terlihat cemburu dengan fasilitas tambahan bahan bakar yang diberikan ke motor non pabrikan. Bintang Movistar Yamaha Jorge Lorenzo yang dirundung masalah selama uji coba pramusim 2014, sangat frustrasi, sampai mengatakan, ’’Berikan kepada saya bahan bakar lebih dan saya akan lebih kencang.’’ Keinginan Lorenzo itu baru terjawab pada 2016. Perubahan regulasi tentang penyeragaman ECU (engine control unit) untuk musim 2016 bakal berdampak pada penyesuaian batas pengisian bahan bakar. Bagi para pembalap tim utama dari Yamaha dan Honda yang selalu menguasai setiap balapan MotoGP sejak 2010, mereka akan mendapat tambahan 2 liter tahun depan. Jadi, nanti para rider kelas factory itu boleh mengisi tangki motornya sampai 22 liter.

Motor lain seperti  Ducati, Suzuki, dan Aprilia yang belum membukukan satu pun kemenangan di balapan kering masih terus mendapat fasilitas 24 liter. Revisi tersebut dilakukan sebagai kompensasi merosotnya top speed saat ECU motor MotoGP diseragamkan dengan menggunakan produk Magnetti Mareli. Jika melihat catatan top speed musim lalu, rider Ducati Andrea Iannone justru sukses menjadi pembalap tercepat dengan mencatatkan 349,6 km/jam. Sekadar mengingatkan, Ducati yang memilih berlaga di kelas Open musim lalu menggunakan ECU standar Magnetti Mareli.

Seperti dalam pemberitaan bahwa Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cecchinelli justru punya pandangan berbeda. Menurut dia, top speed motor 2016 tidak akan melonjak terlalu jauh sehingga membahayakan pembalap.’’Menurutnya akan sangat sulit menghemat bahan bakar pada kondisi top power. Normalnya, mereka menghemat bahan bakar saat mengerem dan akselerasi. Jadi, tidak akan jauh berbeda pada top speed-nya,’’ papar Cecchinelli kepada Crash. Kondisi tersebut bakal ditambah perubahan ban dari Bridgestone ke Michelin pada musim 2016. Adaptasi dengan ban baru akan mengubah gaya balap pembalap hingga butuh waktu untuk mencapai performa maksimal. Menurut Cecchinelli, lap time bisa turun sampai 2 detik. Tapi, jika mengesampingkan faktor lain di luar ban, performa motor 2016 tidak akan jauh berbeda dengan saat ini. ’’Software ECU kami secara umum akan sedikit kurang sebanding dengan ECU milik pabrikan. Tapi, tambahan bahan bakar akan membantu mendongkrak performanya. Jadi, akan lebih seimbang,’’ tuturnya. Semoga dengan regulasi kedepan balapan bisa lebih menarik dan kompetitif. Demikian semoga berguna.

Iklan

Silahkan Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s